Penggurusan Kalijodo untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Sumber Foto
https://m.tempo.co/read/news/2016/02/12/064744448/sejarah-kalijodo-dari-tempat-nongkrong-ke-pelacuran
Kalijodo
merupakan tempat yang sudah tidak terdengar asing bagi masyarakat Jakarta.
Kalijodo biasanya dimanfaatkan
masyarakat Jakarta untuk melakukan transaksi prostitusi dan berjudi. Kalijodo
yang dulunya hanya merupakan kali biasa,
berubah menjadi tempat yang terkenal dengan prostitusinya dan judi.
Pada
bulan April 2016, Kalijodo resmi dihancurkan oleh Gubernur Basuki Tjahja
Purnama atau lebih kita kenal dengan panggilan Ahok. Ahok membubarkan Kalijodo
untuk diubah menjadi taman kota.
Kebijakan
yang dibuat oleh Ahok tersebut merupakan kebijakan yang sangat baik. Ahok
memberdayakan kebijakannya untuk kembali memperindah kembali lingkungan
Jakarta. Meskipun mendapat banyak pertentangan dan musuh, Ahok tidak gontar
dalam menjalankan program kerjanya tersebut.
Ahok
sudah banyak diancam akan mendapatkan celaka, namun Ahok tidak takut.
Penggusuran pemukiman kumuh Kalijodo ini bertujuan untuk kebaikan warga kota
Jakarta kedepannya. Lebih banyak manfaat
yang bisa didapatkan warga Jakarta dengan dilakukannya penggursan Kalijodo
tersebut.
Menurut PP No. 38/2011 tentang
sungai, pasal 1 ayat 9 bahwa “Garis sepadan sungai atau GGS adalah garis maya
dikiri dan kanan palung sungai yang ditetapkan sebagi garis perlindungan sungai”. Oleh sebab itu memang seharusnya tidak ada
pemukiman yang ada bahkan menjamur di kanan dan kiri Kalijodo.
Selain itu, fungsi dari bantaran
sungai adalah sebagai tempat mengalirkan debit sungai pada saat banjir. Jika
masyarakat bersikekeh untuk tetap tinggal di sekitaran Kalijodo, maka mereka
akan terus hidup dengan perasaan waswas karna banjir akan terus datang pada
musim penghujan.
Kalijodo sejak dulu juga sangat
terkenal sebagai daerah banjir yang cukup parah ketika musim penghujan. Ketinggian
banjir mereka melebihi rata-rata banjir Jakarta lainnya. Rusun yang diberikan
Ahok setelah penggusuran juga bukan rusun yang tidak layak, melainkan rusun
yang lebih layak ketimbang ruma mereka
Prostitusi
dan judi sudah hilang dari Kalijodo, yang tersisa hanya puing-puing bangunan
saja. Kalijodo sekarang dimanfaatkan dengan lebih baik oleh masyarakat.
Kalijodo digunakan untuk berolahraga dan mencari udara segar pada pagi hari.
Tidak ada lagi dunia malam dan perjudian yang terlihat di sana.
Penertiban sungai Kalijodo tidak
untuk pencarian ajang sensasi bagi Ahok. Hal ini bertujuan untuk kelestarian
lingkungan Jakarta dan masyarakat. Bukankah tidak nyaman jika setiap tahun kita
mengalami banjir yang tidak kunjung hilang hanya karna keegoisan beberapa pihak
yang ingin mempertahankan rumah yang bukan haknya?
No comments:
Post a Comment